Senin, 17 Agustus 2009

FAQ 4 - Bubur, Tim, Tanak : apa bedanya ?

OK, ini adalah pertanyaan paling basic yang sering bikin bingung karena diantara ketiganya terdapat tekstur-tekstur yang hampir mirip. Mari kita mulai dengan BUBUR.

BUBUR

Saya meng'golongkan' bubur untuk MPASI Rumahan menjadi 2 macam:
  1. Bubur Tepung Beras
  2. Bubur Beras
Bubur Tepung Beras -seperti namanya- dibuat dari beras yang dihaluskan. Terkadang melewati proses perendaman, sangrai sebentar, sebelum akhirnya ditumbuk menjadi tepung (tapi bukan tepung beras yang biasa untuk kue basah yaa..). Teksturnya setelah dimasak lembut dengan sedikit 'sandy' alias berpasir.
Bubur ini praktis karena untuk mengatur kekentalannya tinggal ditambah/dikurangi cairan pelarutnya. Bisa digunakan untuk makanan pertama bayi.

Bubur Beras, dibuat dari beras utuh yang ditambah dengan air/kaldu banyak dan diaduk terus-menerus selama proses pemasakan supaya diperoleh tekstur yang tepat. Hasil bubur beras akan lebih kasar, kadang masih terlihat butiran beras. Seperti bubur tepung beras, kekentalan dan tekstur bisa diatur dengan menambah/mengurangi cairan.
Untuk makanan pertama bayi bisa juga dengan diberi bubur beras yang disaring halus dan ditambah cairan (ASI/Sufor) setelah bubur matang.


(NASI) TIM

Saya sendiri belum nemu definisi cara masak nasi "TIM" secara ilmiah. Tapi inilah definisi nasi tim menurut pengalaman saya:

Nasi tim adalah cara memasak nasi dengan cara mengaron beras dengan air/kaldu yang agak banyak (namun nggak sebanyak seperti masak bubur) sambil diaduk sesekali, lalu dikukus dalam kukusan dan sebelumnya nasi aron itu dimasukkan sebuah wadah tertutup.

Nah, waktu ber MPASI dengan anak saya, Nasi tim ini dibagi lagi menjadi nasi tim saring, dan nasi tim biasa. Mulai pusing? Jangan.... Gampang kok sebetulnya. Ini cuma masalah tekstur saja.
Nasi tim saring bisa dikenalkan mulai 8 bulan. Teksturnya mirip dengan bubur berasa yang sangat kental. Namun ada bedanya, beda bubur yang sangat kental dengan tim saring adalah : Bubur akan lebih cepat berair dan rasanya tidak semantap/setanak nasi tim saring (^_^).


Untuk membuat Nasi Tim menggunakan electronic slow cooker bisa disimak videonya di SINI.
Untuk membuat Nasi Tim menggunakan cara biasa (menggunakan kompor dan panci) bisa disimak videonya di SINI.


Makin meningkat umurnya, nasi tim tidak perlu disaring. Namun bisa hanya dihaluskan menggunakan sendok saja. Jangan lupa, untuk tahapan makan nasi tim sebaiknya Ibu selalu menyiapkan sayuran/masakan berkuah. Supaya bayi nggak merasa seret.. hehehe.
Nah, nasi tim yang sudah advance teksturnya akan mirip dengan nasi tanak lembek. Hihihi.. saya merasa pasti saat ini ada Ibu yang keningnya berkerut-kerut. Tenaaang.. ingat, membuat makanan bayi lebihmudah daripada membuat rendang padang *LOL*. Mari kita masuk ke bahasan nasi tanak, OK?!


NASI TANAK

Ini juga nggak ada definisi ilmiahnya. Nasi tanak bisa disebut juga nasi liwet. Karena masaknya dengan cara diliwet sehingga tanek. (apalagi ituuuu? *LOL*)
Nasi tanak lembek memiliki tekstur yang sangat mirip dengan nasi tim biasa. Hanya saja, nasi tanak biasanya lebih 'taneg', lebih pulen dan lebih padat daripada nasi tim. Nasi tanak bisa dibuat dengan cara 'tradisional'-dengan cara di aron dan dilanjutkan dengan me-liwet/menanak nasi aron dalam kukusan (langsung, nggak pakai ditaruh di wadah). Atau pakai cara yang paling cangggih... dengan Rice Cooker *LOL*
Hanya saja, menanak nasi dengan kukusan hasilnya akan jauh lebih bagus daripada menanak nasi dengan rice cooker. Nasi tanak bisa diatur tingkat "kepulenan"nya dengan cara menambah/mengurangi cairan saat mengaron beras menjadi nasi setengah matang. Pada saat mengaron, jangan terlalu banyak diaduk, karena akan berpengaruh terhadap ke-pulen/tanak-an nasi.

Nah soal memasak bubur, dan nasi tim bisa dilakukan dalam electric slowcooker dengan memberikan variasi jumlah cairan/air/kaldu. Namun untuk pembuatan nasi tanak, lebih baik dimasak dalam rice cooker atau pakai cara tradisional : mengaron dan mengukus.

Repot? ah enggak... lebih repot kalo bayi kita dikasih makanan instan tiap hari.... Mahal dan nggak lebih baik juga daripada MPASI Rumahan :-D

Jangan lupa untuk membeli dan membaca tuntas buku "MPASI Perdana Cihuy" dari komunitas ini, di sana banyak terdapat info dan pedoman praktis dengan bahasa yang mudah dimengerti untuk memulai acara makan-makan pada bayi ini. Termasuk ada tabel AKG (angka kecukupan gizi), URT (ukuran rumah tangga, lengkap dengan hitungan kalori bahan makanan), contoh skema/jadwal pemberian MPASI, serta 20 resep kece yang mudah dipraktikan :)

Image Hosted by ImageShack.us

Tersedia di toko buku Gramedia dan toko buku online :)

Salam Cihuy!

( terimakasih untuk Ria Suryana atas ide faq-nya )

Sabtu, 15 Agustus 2009

Aturan Tunggu 4 Hari

tulisan ini telah dipublish di milis mpasirumahan 23 Mei 2008.

Ditulis bebas dari artikel di www.wholesomebabyfood.com

Ini adalah aturan yang berguna untuk mengetahui apakah anak kita alergi terhadap satu makanan/bahan makanan.

Kayaknya sepele, tapi berguna sekali lho! Terutama bagi bayi yang baru mulai makan makanan padat/MPASI. Susah juga kan kalo anak kita alergi…. Yang susah ya maknya juga,.,,, heheheh

Selain itu kita jadi tahu, dan bisa langsung menghindari makanan-makanan tersebut. Aturan itu adalah:
1. Berikan bayi makanan yang SAMA selama 4 hari berturut-turut.
Hal ini untuk melihat, apakah ada reaksi alergi dari si anak terhadap makanan.

2. Jangan memperkenalkan lebih dari 1 macam makanan baru dalam satu waktu. Kalau kita mencampur lebih dari 1 makanan dan ternyata terjadi alergi, kita nggak akan tahu makanan mana yang bikin alergi. Gicuu…

Nggak usah mikir apakah bayi akan bosan atau tidak. Kebanyakan bayi baru makan belum ngerti apa yang mereka makan. Asalkan rasanya nggak beda jauh sama yang mereka `makan' sebelumnya… yaitu ASI/Sufor. (itulah sebab makanan bayi pertama kali sebaiknya dibuat encer
dengan tambahan ASI/Sufor)

Kedua aturan simple tadi akan sangat membantu, terutama kalau memang ada `turunan' alergi dari orang tua/keluarga.
Reaksi alergi itu sendiri biasanya akan muncul dalam 24 jam setelah makanan masuk.

Oya, akan lebih baik mengenalkan makanan baru di pagi hari atau siang hari.

Kenapa?
Karena, kalau misalnya terjadi reaksi alergi, kita bisa dengan mudah membawa ke dokter. Dan kalaupun parah, akan lebih mudah mencari bantuan di siang hari daripada malam hari kan?

Naah.. bila bayi sudah diperkenalkan pada sebuah bahan makanan dan nggak terjadi reaksi alergi / reaksi pencernaan, baru deh boleh dicampur-campur… AMAN!

Jangan lupa untuk membeli dan membaca tuntas buku "MPASI Perdana Cihuy" dari komunitas ini, di sana banyak terdapat info dan pedoman praktis dengan bahasa yang mudah dimengerti untuk memulai acara makan-makan pada bayi ini. Termasuk ada tabel AKG (angka kecukupan gizi), URT (ukuran rumah tangga, lengkap dengan hitungan kalori bahan makanan), contoh skema/jadwal pemberian MPASI, serta 20 resep kece yang mudah dipraktikan :)

Image Hosted by ImageShack.us

Tersedia di toko buku Gramedia dan toko buku online :)

FAQ 3 - Kok Bayiku Sembelit ?

Sembelit alias konstipasi adalah hal yang sangat mungkin terjadi di awal pemberian MPASI/makanan padat.

Menurut buku The Baby Book, ada 2 jenis makanan yang cenderung membuat sembelit : Pisang dan Serealia. Tapi tunggu dulu........
Karena ini adalah tulisan berdasarkan pengalaman saya menjalani MPASI serta pantauan postingan member di milis mpasirumahan, maka saya menemukan bahwa kedua hal tersebut bersifat relatif.
Saya memperkenalkan anak saya pada makanan padat berupa bubur tepung beras merah+ASI yang teksturnya encerrrr dan sekali makan 'hanya' 50 ml, frekuensi 1-2 kali sehari. Alhamdulillah tidak terjadi sembelit. Mungkin, karena pelarut si bubur tadi adalah ASI yang terkenal sebagai pelancar pencernaan terbaik untuk bayi (^_^).

Soal pisang yang bikin sembelit, ada betulnya juga. Tapi ternyata itu tergantung pemilihan pisang-nya. Ada 2 tips kuno dari Ibu tercinta saya
  1. Bahwa dalam memberikan pisang pada bayi harus dipilih jenis pisang ambon yang sudah betul-betul matang (dalu). Ciri-cirinya : kulit pisang sudah keluar bercak-bercak coklat dan daginnya lembut.
  2. Kerok pisang dan berhenti tepat di daerah dekat biji/tengah pisang. Konon, bagian tengah inilah yang menyebabkan sembelit. Bagian tengahnya.. buat ibunya saja.. hehehheeh (*_*)v

Nah, bagaimana kalau sudah terlanjur sembelit? Menurut buku dan hasil post di milis ada 4 cara untuk mengatasi sembelit di awal makan makanan padat pendamping ASI/sufor:
  1. Hentikan pemberian makanan yang dicurigai sebagai sumber sembelit, berikan lebih banyak ASI. Karena ASI merupakan pelancar pencernaan yang terrrrrr BAIK.
  2. Berikan lebih banyak air putih. Air putih bukanlah sesuatu yang dilarang bagi bayi ASI diatas 6 bulan dimana makanan padat mulai diperkenalkan.
  3. Pijat I-Love-U pada perut bayi plus berikan gerakan mengayuh sepeda.
  4. Buah pepaya, peach (segar, bukan kalengan) dan jus prune kering (dried prune) diyakini sebagai pelancar buang air besar.


Apabila semua cara atelah dilakukan namun bayi tetap sembelit dan kesakitan, Waktunya untuk berkonsultasi pada dokter anak. Biasanya akan diberikan obat pencahar/laksatif yang dimasukkan lewat dubur bayi.

beberapa link bermanfaat tentang konstipasi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Konstipasi/
http://www.wholesomebabyfood.com/constip.htm
http://www.netdoctor.co.uk/health_advice/facts/babyconstipation.htm
http://www.homemade-baby-food-recipes.com/baby-constipation.html

Jangan lupa untuk membeli dan membaca tuntas buku "MPASI Perdana Cihuy" dari komunitas ini, di sana banyak terdapat info dan pedoman praktis dengan bahasa yang mudah dimengerti untuk memulai acara makan-makan pada bayi ini. Termasuk ada tabel AKG (angka kecukupan gizi), URT (ukuran rumah tangga, lengkap dengan hitungan kalori bahan makanan), contoh skema/jadwal pemberian MPASI, serta 20 resep kece yang mudah dipraktikan :)

Image Hosted by ImageShack.us

Tersedia di toko buku Gramedia dan toko buku online :)

Salam Cihuy!

FAQ 2 - Seberapa Banyak Bayi Makan ?

Saya pernah baca statement menarik dari Dr.Sears dalam buku The Baby Book. Yang intinya kira-kira begini :
"Bayi akan makan sebanyak yang dia inginkan, hormati selera makan dan perut si bayi"
Kadang ada ibu yang khawatir melihat jumlah/porsi makan anaknya yang lebih sedikit dari anak tetangganya. Anaknya, dengan umur yang sama dengan anak tetangganya cuma makan separuh mangkok. Sedangkan tetangganya satu mangkok saja masih menangis.
Banyak sedikit porsi makan bukan patokan terpenuhinya kebutuhan gizi dalam sehari. Dan inget lho... setiap bayi adalah manusia kecil yang cerdas, dia pasti bisa merasakan kapan dia membutuhkan makan banyak atau sedikit PLUS... setiap bayi memiliki perbedaan kebutuhan.
Observasi setiap porsi makanan yang diberikan, dan kita akan dengan mudah menemukan pola dan takaran yang tepat! (^_^)

Secara teori, bayi yang baru saja belajar makan cukup kenyang dengan 1-2 sendok makan (dewasa) makanan padat. Sisanya tetap ASI/Sufor. Menurut buku panduan MPASI dari WHO, kapasitas lambung si kecil itu tidak lebih dari 200ml. Jadi jangan harap seorang bayi bisa langsung menghabiskan semangkuk bubur ukuran dewasa :) Mulai dari kuantitas sedikit, dan tambahkan perlahan sesuai dengan kebutuhan si bayi. Selalu terapkan responsive feeding.

Berikut saran porsi makan bayi pada umumnya. ( Sumber: Brosur petunjuk MPASI Rumahan yang diterbitkan UNICEF pada tahun 2010, keadaan bisa berbeda pada setiap bayi, silakan sesuaikan dengan keadaan masing-masing bayi)


Mulai dari umur 6 bulan
Jenis makanan:
Makanan lumat, bubur halus dan lumat.
Frekuensi :
2 – 3 kali sehari
Seberapa banyak :
2 – 3 sendok makan setiap waktu makan ( 30 - 45 ml / makan)

7 – 9 bulan
Jenis makanan:
Makanan  lembut
Frekuensi :
2 – 3 kali sehari ditambah camilan/selingan sehat 1-2 kali
Seberapa banyak :
2 – 3 sendok makan setiap waktu makan ( 30 - 45 ml / makan) sampai  setengah cup (100 – 120 ml / 100-120 gr) setiap waktu makan.

10 – 12 Bulan
Jenis makanan:
Makanan lembut yang lebih padat dan makanan yang bisa dijumput oleh bayi.
Frekuensi :
3 -4 kali sehari ditambah camilan/selingan sehat 1 – 2 kali
Seberapa banyak :
Sedikitnya setengah cup (100 -120 ml / 100-120 gr) setiap waktu makan.

12 Bulan + - 2 Tahun
Jenis makanan:
Makanan keluarga, dihaluskan seperlunya
Frekuensi :
3 -4 kali sehari ditambah camilan/selingan sehat 1 – 2 kali
Seberapa banyak :
¾ hingga 1 cup setiap kali makan (200 -250 ml  / 150 -250 gr setiap waktu makan)


Dan ini sekedar berbagi pengalaman ya ... banyak-sedikit bayi makan, dipengaruhi oleh kesehatan diri bayi dan suasana hati yang memberi makan. Kalo bayi sakit, nggak enak badan, kechetit/keseleo, tumbuh gigi otomatis akan mengurangi porsi makannya. Begitu juga kita-atau pengasuh bayi- sebagai "penyuap". Saya perhatikan, kalau saya sedang dalam keadaan kemrungsung alias terburu-buru, malas, dan capek maka anak saya juga angot-angotan makannya

Jadi, selama grafik di KMS masih melaju naik dan selalu di wilayah hijau.... tenangkan diri Ibu. Kalau masih ragu, bisa konsul ke dokter anak & ahli gizi klinis.

Yang terpenting : Jangan pernah memaksa makanan masuk ke mulut bayi apalagi mencekoki bayi saat dia sudah memberikan tanda "cukup", yaitu memalingkan wajah saat sendok mendekat dan bibirnya sudah mengatup! Cobalah beberapa waktu lagi, lebih baik makan sedikit tapi sering daripada sekali banyak dan dipaksa. Bikin traumaaa........

Jangan lupa untuk membeli dan membaca tuntas buku "MPASI Perdana Cihuy" dari komunitas ini, di sana banyak terdapat info dan pedoman praktis dengan bahasa yang mudah dimengerti untuk memulai acara makan-makan pada bayi ini. Termasuk ada tabel AKG (angka kecukupan gizi), URT (ukuran rumah tangga, lengkap dengan hitungan kalori bahan makanan), contoh skema/jadwal pemberian MPASI, serta 20 resep kece yang mudah dipraktikan :)

Image Hosted by ImageShack.us

Tersedia di toko buku Gramedia dan toko buku online :)

Salam Cihuy!

(terimakasih untuk Za/Dhara untuk ide pertanyaannya !)

FAQ 1 - Buah, Sayur, Serealia Dulu ?

Mana yang betul?
Memberi buah dulu atau sayuran pada masa awal perkenalan makanan padat/MPASI.

Mengapa timbul pertanyaan ini, karena ada 2 pendapat yang saling 'bertabrakan'. Ada yang mengatakan berikan buah terlebih dahulu karena buah mudah untuk dicerna dan rasanya cenderung disukai bayi.
Yang kedua menyarankan untuk memberikan sayur, dengan alasan cukup logis : karena kalau buah dulu yang dikenalkan makan si bayi akan cenderung suka dengan rasa manis dan menolak rasa sayuran yang cenderung hambar.

Namun, ternyata dari brosur yang saya dapatkan dari AAP (american academy of pediatrics), memulai dengan buah tidak terbukti membuat bayi membenci sayuran. Surprised? saya juga...

Saya pribadi, secara tidak sengaja memperkenalkan buah terlebih dahulu pada Azwa anak saya. Waktu itu, karena referensi MPASI-nya rada "nglondo" jadilah dia makan apel kukus dicampur ASI. Ternyata si bayi nggak doyan. Akhirnya saya mencari Baby Cereal ... nama keren dari Tepung Beras *LOL*. Saya buat bubur dan diencerkan dengan ASI. Dia baru mau. selanjutnya saya memvariasikan bubur tepung beras dengan sari buah dan sari sayuran yang bercitarasa manis (buncis, zukini). Dan Alhamdulillah, tidak ada masalah penolakan yang serius.

Sempat sih terjadi penolakan kecil saat dikenalkan pada bubur ASI + sari/puree buncis. Rasanya memang nggak seenak bubur ASI+sari jeruk. Solusinya? saya campur aja antara jeruk dan buncis. 4 hari berlalu tidak ada reaksi alergi, tidak ada sembelit... So, jalan terus!

Nah dari pengalaman ini saya menyimpulkan bahwa untuk makanan awal bayi sebisa mungkin yang citarasanya mirip dengan ASI/Susu formula. Yaitu sedikit manis. Lalu pemilihan tepung beras-pun saya memilih tepung beras merah (waktu itu saya menggunakan tepung dari Gasol Organik atau bisa juga ibu-ibu membuat bubur lembut/saring dari beras merah) yang memang lebih tinggi kandungan zat besi-nya. (zat besi ekstra masih diperlukan bayi untuk pembentukan sel darah merahnya). Pilihan buah atau sayur, semuanya nggak ada yang salah. Pilihlah sayuran yang bercitarasa manis seperti zukini, butternut squash, buncis baby, kalo oarang bule juga memberi ruttabaga -semacam radish manis.

Dan yang terpenting, teksturnya. Sebaiknya untuk pertama kali mencoba makan makanan padat dibuat tekstur yang runny alias encer sekali. Jadi jumlah cairannya lebih banyak, supaya bayi nggak kaget.

Lalu, berdasarkan anjuran baru dari UNICEF dan WHO disarankan untuk mengenalkan bahan makanan hewani di usia awal MPASI untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan optimal pada bayi serta meminimalisir kejadian anemia karena kekurangan zat besi yang bisa berakibat serius. Kami menilai bahwa umur  6.5 - 7 bulan merupakan umur yang "aman". Karena bayi dianggap sudah mulai menguasai kepintaran barunya yaitu "keterampilan makan"

Daging merah dan hati merupakan makanan penambah zat besi dan zinc yang paling disarankan. Hati (ayam) merupakan sumber zat besi yang paling baik karena paling mudah diserap tubuh dan relatif murah meriah. 1 hingga 2 kali sajian hati per minggu bisa menambah kecukupan kebutuhan zat besi anak. Namun apabila Mama kesulitan mengolah hati karena memang agak repot ya menghilangkan bau amis dengan bumbu yang masih minimal.. Mama bisa memberikan daging yang digiling/cincang sendiri untuk campuran . Pilih daging has dalam/tenderloin yang relatif mudah empuk saat dimasak.

Jangan lupa proteinnya. Daging putih (ayam, ikan air tawar) bisa dikenalkan saat anak berusia 7 bulan+, variasikan penyajiannya dengan aneka makanan hewani lainnya. Selalu perhatikan tekstur saat mengolah makanan hewani, mulailah dengan tekstur lembut dan meningkat seiring bertambahnya umur dan keterampilan makan bayi.

Yang perlu diingat, sumber makanan hewani yang kaya protein ini juga memiliki resiko alergi. Jadi perkenalkan dari jumlah yang tidak terlalu banyak. Jika perlu gunakan aturan tunggu 4 hari supaya lebih yakin bahwa makanan yang dikonsumsi tidak memberikan reaksi negatif bagi anak.

Jangan lupa untuk membeli dan membaca tuntas buku "MPASI Perdana Cihuy" dari komunitas ini, di sana banyak terdapat info dan pedoman praktis dengan bahasa yang mudah dimengerti untuk memulai acara makan-makan pada bayi ini. Termasuk ada tabel AKG (angka kecukupan gizi), URT (ukuran rumah tangga, lengkap dengan hitungan kalori bahan makanan), contoh skema/jadwal pemberian MPASI, serta 20 resep kece yang mudah dipraktikan :)

Image Hosted by ImageShack.us

Tersedia di toko buku Gramedia dan toko buku online :)


Selamat memulai MPASI Rumahan!

Terimakasih untuk Ria Suryana yang telah menyumbangkan ide pertanyaan !

Rabu, 12 Agustus 2009

Sudah Terbit! Buku Camilan Sehat Favorit Balita

Ini adalah buku karya tetangga dan teman saya yang sering saya 'kerjain' jadi juri di blog Mamaku Koki Handal. Hehheeh. untungnya mau...

Dan ini dia buku terbarunya, Camilan Sehat Favorit Balita! *klik aja, biar langsung meluncur ke sinopsis isi bukunya*

OK buat bahan praktek akhir minggu di rumah,dan menambah pengetahuan soal cemilan sehat. Ditambah, ada petunjuk untuk membuat pesta khusus si kecil! Seruuu..!

Yuk.. tambah koleksi buku masak khusus anak-anak, biar Mama selalu jadi KOKI HANDAL buat keluarga!